Hubungi Kami

Teknik Belajar Efektif

Jika seseorang menginginkan kesuksesan dalam segala bidang maka harus belajar. Di dunia ini tidak ada suatu prestasi yang diperoleh dengan instan tidak belajar, atau hanya "bim salabim ada kadabra", melainkan semua harus belajar. Ingin bisa menyetir mobil harus belajar, ingin bisa berbahasa asing, ahli matematika, fisika, ilmu-ilmu keIslaman, dst. semua mutlak harus belajar. Dalam syair berbahasa Arab dikatakan "lau kaanal 'ilmu yudraku bilmuna, ma kaana filbariyyati jaahilun" bahwa " jika ilmu itu dapat deproleh hanya dengan angan-angan maka sungguh di dunia ini tidak ada manusia yang bodoh". Begitu ingin sesuatu kemudian cukup berangan kemuadian tercapai, dalam kenyataanya tidaklah ada hanya omong kosong. Semuanya harus ada proses amal perbuatan yakni belajar mencari ilmu.

          Hanya terdapat persoalan, bagaimana tekninya mendapatkan ilmu pengetahuan itu dicapai secara efektif dan efisien. Sebab banyak terlihat, dirasakan dan dialami dimana seseorang banyak belajar namun kok ya ilmu itu tidak nyanthol. Banyak waktu, tenaga, biaya yang tercurahkan namun ilmu tersebut gak masuk dalam otak menjadi miliknya. Jika membaca, otak menjadi tumpul, sulit mengingat, bahkan jika sudah mengingat mudah lupa. Merepotkan sekali bukan? Padahal dengan satu otak yang sama, satu waktu yang sama dua puluh empat jam, dst namun mengapa ya sulit sekali membaca mendapakan ilmu pengetahuan. Bahkan yang menarik lagi, kasus susah belajar tidak hanya dialami oleh anak-anak pelajar dan mahasiswa, namun juga  menjadi keluhan umum kaum yang berusia tua. Banyak manusia dengan umur sudah lima puluh tahun namun sering beralasan jika belajar menjadi mudah lupa. Bukankah banyak gelar doktor dan profesor itu justru dicapai pada sekitar umur tersebut?

          Program talkshow bagaimana belajar efektif dan efisien kiranya sangat menarik untuk dilaksanakan. Sebab kekayaan terhadap kepemilikan ilmu pengetahuan sungguh akan menjadi pelita yang memberikan cahaya dan petunjuk dalam kehidupan dunai dan akherat. Bukankah orang yang kaya raya, pilitikus, budayawan, dst mereka dapatkan kecuali dengan ilmu pengetahuan? Sebaliknya, tanpa ilmu (sekecil apapun) maka seseorang akan tersesat dalam sebuah jalan kehidupan. Terlebih lagi jika seseorang alergi untuk belajar ilmu keIslaman, maka sungguh menjadi penyesalan yang tiada akhir ketika di hari kiamat nanti, antara lain kenapa bacaan sholat saja tidak tahu sebab tidak pernah belajar, dan hanya sibuk mengumpulkan harta dunia.

Sasaran

          Didapatkan pengetahuan baru bagaimana teknik belajar efektif sehingga disamping akan memberikan semangat kuat terhadap prestasi keilmuan juga menjadikan hidup lebih bermutu dalam menjawab seluruh problematika kehidupan.

Peserta

Pelajar, Mahasiswa, Orang Tua, Umum.