Hubungi Kami

Stress Melanda Anak Sekolah SD

Assalamu alaikum wr. wb.

Pengasuh konsultasi yang terhormat. Perkenankan pada kesempatan ini kami berkehendak untuk mengkonsultasikan perihal anak saya yang saat ini sedang duduk di kelas enam SD. Insya Allah beberapa bulan lagi anak saya akan mengikuti Ujian Akhir Semester untuk menempuh kelulusan. Dia memang saya sekolahkan di lembaga pendidikan yang memiliki Visi dan Misi Islam yang Insya Allah berintegritas bagus. Di sekolah itu pula menerapkan kurikulum plus yakni dengan memadukan ilmu ke-Islaman dengan umum. Hanya saja, untuk mengejar target kurikulum plus tersebut sekolahan telah menerapkan full day system sehingga anak saya harus berangkat pagi (jam 06.45) dan pulang sore (17.00) dengan mobil antar jemput. Hal tersebut telah dilakukan selama enam tahun berjalan ini.

Namun demikian, semenjak kelas enam ini saya memperhatikan tingkat emosionalnya meninggi yang ditandai dengan mudah tersinggung dan suka marah-marah pada orang tua. Dia sering mengeluh beban pelajaran cukup berat, apalagi hampir setiap hari ada ulangan dan pula terkadang terkena remedial. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah betul jika anak saya saat ini mengalami stress? Jika benar maka bagaimana ya caranya untuk menyelesaikanya?

Terima kasih atas segala bantuanya.

Wassalam.

Solusi

Wa 'alaikum salam.

Saudaraku yang dirahmati Allah Swt. Pertama-tama kami sampaikan terima kasih atas bergabungnya di website kami Lembaga Bantuan Psikologi Islam Indonesia, yang semoga mendatangkan kemanfaatan dan kebarokahan. Kedua, perlu kami sampaikan bahwa sudah tepat langkah Bapak untuk menyekolahkan anak di lembaga yang memang memiliki visi dan misi yang bagus nan Islami. Sebab saat ini banyak sekolah yang hanya mengejar target keilmuan semata namun mengalami kegagalan terhadap sikap, perilaku dan kepribadian Islam sehingga menjadi generasi yang rusak. Terlebih lagi saat ini demikian sangat ngeri terhadap kehancuran generasi muda muslim yang ditandai dengan pergaulan bebas, hamil di luar nikah, pecandu narkoba bahkan tawuran hingga kriminalitas dan pembunuhan.

Hanya saja perlu disadari bahwa pendidikan yang berkualitas mesti harus dijalakan dengan pengorbanan yang demikian berat. Walaupun juga acapkali kami kurang sependapat dengan sejumlah kasus lembaga pendidikan dengan sistem full day yang justru memberikan beban berat terhadap anak didiknya. Mereka sudah seharian di sekolah, masih juga diberikan pekerjaan rumah (PR), bahkan masih diikutkan les privat di luar jam sekolah. kalau memang demikian benarlah kiranya bahwa kasus anak stress kini semakin benar adanya baik secara kualitatif ataupun kuantitatif. Dengan latar belakang dan ciri-ciri tersebut di atas rasanya dapat dikatakan bahwa anak Bapak saat ini mengalami stress.

Namun demikian jenis stress yang dimaksudkan adalah sebuah ketertekanan jiwa terkait dengan beban beratnya sistem pendidikan sekolah. Di sini terasa jelas bahwa perubahan suasana hati menjadi mudah tersinggung dan marah, stressornya adalah beratnya beban kerja sekolah. Jika demikian maka kedua orang tua harus senantiasa tanggap dan berupaya menyelesaikan dengan cara yang baik (ma'ruf). Sebab jika sampai orang tua tidak tanggap dan abai maka akan berdampak buruk terhadap perkembangan psikologis anak yang juga berdampak terhadap kegagalan prestasi belajarnya. Bahkan masih ingat kasus di kota Jakarta beberapa tahun lalu dimana anak yang mengalami stress dan depresi yang akhirnya bunuh diri disebabkan nilai akademisnya buruk.

Oleh karena itu, ada beberapa ciri untuk mengenali kondisi anak yang mengalami stress yakni mengalami sulit tidur, terkadang mengigau, sensitif mudah tersinggung, mudah emosional baik pendiam atau marah, murung, menjadi pemalas atau bahkan reaktif, dsb. Adapun kiat orang tua dalam upaya mengatasi dan mencegah perilaku stress anaknya adalah sebagai berikut. Pertama, ajaklah bicara dengan baik-baik dan tanyakan secara persuasif apa yang menjadi akar persoalan kok terlihat sedih dan emosional. Fahamkanlah si Anak dengan pemahaman yang terang benderang. Kedua, bantulah seoptimal mungkin, bahkan bantu pula jika membutuhkan sarana dan prasarana belajar secara cukup dan sesuai kemampuan. Ketiga ajaklah refreshing baik di sekitar rumah ataupun acara di luar rumah. Refreshing di sekitar rumah bisa diajak membuat proyek permainan, karya nyata, dsb.

Adapun kegiatan rumah seperti hanya rekreasi di tempat yang mendidik dan nyaman. Keempat, kedua orang tua dan pula anggota keluarga lainya harus dapat menahan diri dan senantiasa memberikan dukungan emosi yang menyenangkan. Kelima, orang tua diharapkan mendiskusikan dengan pihak sekolah. Sebab bagaimanapun bisa jadi pihak sekolah mengalami kelupaan sehingga perlu untuk diingatkan melalui diskusi. Sebab lembaga sekolah adalah lembaga miliknya manusia, bukan miliknya malaikat ataupun juga bukan miliknya setan.

Bagamanapun juga pihak sekolah berkeinginan menggapai prestasi yang terbaik dengan berbagai teknik dan strategi. Namun demikian bisa jadi para gurupun mengalami stress jika anak didiknya gagal tidak lulus. Pada akhirnya selamat mencoba semoga anak Bapak menjadi generasi yang sukses dan kelak akan menjadi pemimpinya di tengah kaum yang bertaqwa. Amin.

Wassalamu 'alaikum wr wb.