Hubungi Kami

Mengoptimalkan Produktivitas dengan Manajemen Waktu

Sebuah penyesalan hidup yang sempurna, dari dulu hingga kini dan sampai hari kiamat nanti ada di akhir ujung sebuah proses (the end of process). Dan, kata kunci orang yang menyesal adalah "seandainya saya dulu....maka.....". Psikologi "menyesal" merupakan bagian dari pembawaan manusia, dan umumnya merupakan dampak dari sebuah pilihan amal perbuatan (amal mukhayyar). Misalnya, seandainya saya dulu sekolah serius dan menuruti nasehat orang tua maka hidup tidak seperti ini, hanya sebagai office boy; seandainya saya dulu tidak keburu-buru nikah karena pergaulan bebas maka sudah menjadi dokter seperti kakak kandungku; seandainya saya dulu membuat perencanaan organisasi SDM yang bagus seperti saran konsultan maka perusahaan tidak hancur seperti ini;dst...dst... 

          Dengan realitas yang tergambarkan di atas sebenarnya sebuah penyesalan hidup dapat dicegah atau setidaknya dapat diminimalisir. Atau dalam bahasa lain, sebuah produktivitas hidup dapat direncanakan baik yang menyangkut amal ibadah ataupun produktivitas dalam masalah target dan sasaran pekerjaan. Dalam ilmu manajemen perilaku SDM dikenal dengan konsepsi manajemen waktu, yang akan memberikan kepastian terhadap sebuah komitmen amal perbuatan---seluruh aspek kehidupan untuk mencapai tujuan. Dengan manajemen waktu yang bagus yang disertai komitmen tinggi maka Insya Allah seluruh tujuan, target dan sasaran kehidupan dapat dilaksanakan dengan baik.

          Dapat dibayangkan, seandainya setiap manusia betul-betul mengisi waktu secara tepat sasaran dalam waktu 24 jam maka dunia ini akan demikian produktif dan maju luar biasa. Hanya dalam perhitunganya, ternyata manusia banyak didominasi dengan waktu tidur dan aktivitas tidak produktif. Jika tidak percaya silakan Anda menghitungf sendiri. Kiranya tepatlah Al Quran mengingatkan dalam surat Al 'Ashr ayat 1-3 "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beralam sholeh dan saling menasehati dalam kebenaran serta menasehati dalam kesabaran". 

          Hanya persoalanya adalah pemahaman lebih jauh tentang manajemen waktu, bagaimana cara menyusunya, bagaimana kiat untuk berkomitmen, dst maka diperlukan sebuah sharing. Disana disamping akan memberikan jalan petunjuk, terdapat keuntungan tambahanya antara lain adalah memberikan motivasi untuk hidup produktif. Dengan demikian akan menjadikan hidup tidak akan menyesal (sedikit penyesalan) kelak di akhir sebuah proses, terlebih lagi kelak di hari tua; terlebih lagi kelak dibangkitkan di hari pembalasan sebuah pengisian amal.

Sasaran

          Memahami, menyadari dan memunculkan kesadaran terhadap pentingnya manajemen waktu sehingga dapat menjadi pelita menuju kehidupan yang produktif  menggapai kebahagiaan dunia dan akherat

Peserta

Profesional, Umum.