Hubungi Kami

Menghindari Stress Pada Anak-anak

Seiring dengan perkembangan dinamika sosial dan tuntutan kehidupan yang penuh kompetisi ini, banyak terjadi efek samping yakni ketidakseimbangan mental psikologis sosial. Mereka banyak mengalami gangguan jiwa sejak dari stress ringan, medium, dan berat hingga gangguan depresi, gila dan bunuh diri. Ternyata, gangguan jiwa tersebut tidak hanya malanda orang dewasa, tua, remaja saja. Justru dalam dekade tahun terakhir ini banyak disadari dan ditemukan bahwa gejala dan gangguan stress juga dialami oleh usia anak anak baik dari TK, SD hingga SMP. 

          Banyak anak berbuat nakal, nekat, mengamuk, pendiam, bahkan depresi dan bunuh diri dilatarbelakangi oleh kondisi kejiwaan yang labil stress. Kami masih teringat sebuah kasus dalam konsultasi, dimana anak-anak mengalami gangguan stress dengan indikasi sulit berbicara, mudah menangis dan sering mengeluarkan air liur. Ternyata, aspek stressornya adalah ketidaksanggupan mengikuti mata pelajaran di sebuah sekolah favorit, sementara orang tuanya sangat menuntut anaknya dan sebuah kegengsian untuk bersekolah di lembaga pendidikan yang favorit tersebut. 

          Dari banyaknya perilaku stress pada anak-anak, namun kenyataanya banyak orang tua, bahkan bisa jadi para guru tidak menyadari bahwa anak tersebut stress. Terutama pada saat menjelang ujian sekolah atau banyaknya Pekerjaan Rumah, acapkali anak-anak mudah sensitif sebagai bagian dari stress. Jika orang tua tidak mengetahuinya perihal kondisi psikis anak, hingga orang tua semakin marah yang pada akhirnya mentalitas anak semakin kritis.

         Oleh karena itu, bagaimanakah sebenarnya mengenali karakteristik stress pada anak, gejala-gejala yang muncul, aspek penyebabnya, bagaimana cara mencegah dan mengatasinya, dst...dst... maka program talk show ini perlu untuk diselenggarakan. Dengan demikian proses pendidikan anak dapat berjalan secara optimal. Insya Allah

Sasaran

          Memahami aspek psikologi anak terutama persoalan fenomana stress sehingga dapat mengenali dan mencegahnya menuju kesuksesan perkembangan anak secara optimal.

Peserta

Orang Tua, Guru atau Asatidz, Praktisi Pendidikan, Umum.