Hubungi Kami

Memotivasi Anak Agar Semangat Belajar

Dalam pengalaman di lapangan, setidaknya terdapat dua model motivasi anak dalam belajar serta bagaimana sikap orang tua. Pertama, anak yang demikian susah belajar hingga orang tuanya menjadi naik darah dan naik pitam. Kedua, kondisi dimana anak sangat bersemangat dalam belajar sampai orang tuanya kewalahan mengerem tensi belajarnya. Ataupun juga sebenarnya terdapat realitas lainya yakni anak mengalami susah dan malas belajar namun orang tuanya juga cuek bebek.

          Berbagai pengalaman tersebut di atas sangat menarik bagi kalangan yang memiliki kepedulian sebuah desain sukses dan berprestasi sebuah generasi. Terutama bagi orang tua anak, sebuah sikap cuek terhadap model belajar anak akan berdampak negatif dan membahayakan terhadap masa depan anak. Sebab siapapun menyadari bahwa "usia emas atau golden age" selama-lamanya tidak pernah terulang dalam hidup untuk yang kedua kalinya.

          Disamping itu, dalam kenyataanya hanya sedikit anak yang tidak menyusahkan orang tua dalam belajarnya. Mayoritas anak dalam belajarnya disebabkan dorongan yang kuat dari orang tua. Bahkan tidak hanya didorong namun harus diomeli, dimarahi bahkan dicubiti agar anak mau belajar, termasuk belajar mengaji. Yang menarik lagi banyak kalangan orang tua mengeluh yang pada intinya bahwa "anaknya kok cuek bebek terhadap kemauan belajar. Seakan orang tualah yang belajar, sekolah dan ujian bahkan yang merasa stress, bukan anaknya".

          Demikian juga di lingkungan sekolah, pada umumnya secara kuantitatif anak-anak (terutama bukan lembaga pendidikan favorit) yang betul-betul memiliki motivasi belajar cenderung sedikit. Lihat saja, hanya berapa anak dalam satu kelas yang menonjol (biasanya hanya tiga anak) dan senantiasa bersaing, sementara puluhan yang lain hanya followers atau pengikut. Dalam hal ini bagaimana tugas orang tua, guru dan pihak terkait mengelola anak agar memiliki motivasi tinggi dalam proses belajarnya. 

Sasaran

Membangun, membangkitkan dan mengelola motivasi belajar anak sehingga membantu meraih prestasi secara optimal

Peserta

Orang Tua, Guru atau Asatidz, Praktisi Pendidikan, Profesional, Umum.