Hubungi Kami

Kursus, Crash Program Keluarga SAMARA (Sakinah Mawaddah Warahmah)

Dewasa ini semakin banyak keluarga yang pecah berantakan. Ada yang terjadi kurang dari satu tahun pernikahan, kurang dari tiga tahun pernikahan, kurang dari lima tahun pernikahan, kurang dari tujuh tahun pernikahan, atau bahkan lebih dari lima belas tahun pernikahan. Bahkan angka perceraian di Indonesia semakin meningkat, dimana data dari Departemen Agama tahun 2010 yang lalu naik mencapai sepuluh persen, tertinggi di Asia Tenggara. Yang menghawatirkan adalah jumlah perceraian diperkirakan akan terus meningkat seiring aspek pencetus perceraian semakin tidak terkendali. Aspek pencetus tersebut diantaranya kampanye massif kelompok LSM liberal gender uquality yang terus mengipas-ngiapasi keluarga untuk bercerai. Bahkan kelompok ini dalam laporanya "membanggakan diri" bahwa diantara indikator keberhasilanya adalah meningkatnya perceraian.

          Mereka, LSM liberal gender equality yang dibiayai oleh proyek sekuler dan barat, tidak henti-hentinya menuduh bahwa kehancuran keluarga termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah ajaran Islam. Mereka lupa bahwa selama ini perusak dan penghancur keluarga muslim karena diterapkan sistem dari barat. Mereka menutup mata dan telinganya sendiri bahwa saat ini tidak satupun negeri muslim menerapkan sistem Islam, kecuali semuanya dalam cengkeraman kapitalisme demokrasi dan derivasinya dalam kepemimpinan Amerika dan sekutunya. Yang sangat keji adalah ketika kehancuran keluarga muslim yang disebabkan oleh tangan-tangan ideologi mereka, dan tidak satupun ayat Al Qur'an yang diberikan kesempatan tampil, namun mereka mengoceh mengigau setiap hari bahwa penyebab kerusakan itu gara-gara ajaran Islam. Mereka melempar batu, sembunyi tangan.

          Justru Islam dengan Al Quran dan Al Hadits (yang turun lima belas abad sebelum lahirnya bayi LSM gender equality lahir di dunia) sudah memiliki aturan yang demikian sempurna termasuk konsepsi sistem keluarga. Konsepsi keluarga dalam Al Qur'an Sakinah Mawaddah Warahmah (SAMARA) demikian luar biasa yang tidak bisa dilevelingkan dengan dunia barat. Hanya saja persoalanya, tercapainya keluarga SAMARA tersebut terkait dengan subsistem hukum Islam lainya. Sulit keluarga SAMARA terwujud jika lingkungan rusak, pejabat rusak, media rusak, dst. Namun demikian, the last but not list, ditengah ketidak berdayaan keluarga muslim kiranya sangat baik jika sadar dan bangkit untuk mempertahankan diri dalam sebuah benteng terakhir keluarga. Itulah kiranya, sebuah program kursus, crash program ini sangat diperlukan. Lembaga Bantuan Psikologi Islam Indonesia merasa terpanggil dalam sebuah kontribusi terbaik untuk ummatnya. Insya Allah.

Sasaran

          Terbangunya kesadaran bagi keluarga muslim untuk membentengi dirinya dari segala kerusakan dengan Sakinah Mawaddah Warahmah sehingga menjadi bagian dari ummat terbaik (Khairu Ummah).

Peserta

Keluarga Muslim (Suami dan Isteri)