Hubungi Kami

Cara Mendidik Anak dengan Metode Kenabian

Dewasa ini sedang ramai-ramainya dunia pendidikan mendiskusikan sistem "Pendidikan Berbasis Karakter". Sebuah eforia tokoh-tokoh pendidikan, pengamat dan masyarakat, setelah kegagalan demi kegagalan dalam mendesain sistem pendidikan nasional. Ada apa dengan pendidikan kita, dari dahulu gonta ganti sistem dan kurikulum namun output pendidikan justru masih dalam skala "Sangat Tidak Memuaskan (STM)". Lebih parah dan memalukan lagi, pada saat  kasus "gunung es" mencuat di Surabaya dan Jakarta perihal pengakuan polos anak SD tentang ujian dengan contek masal. Ironisnya, orang tua murid yang mengaku justru didemo dan diusir oleh masyarakat untuk hengkang meninggalkan kampung halaman.

          Terang saja, jika sistem pendidikan sudah salah maka hal yang "wajar" jika saat ini banyak pemimpin di negeri ini yang rusak, amoral serta menghalalkan segala cara sehingga manusia, alam dan kehidupan menjadi rusak. Jelas realitas ini sebuah output dari sistem pendidikan yang ada. Bagaimanakah seharusnya?

          Sistem pendidikan yang dibangun oleh Nabi Muhammad Saw telah terbukti super sukses dalam menjadikan generasi-generasi yang unggul, sukses dan berprestasi. Beliau telah berhasil mendidik, membina, melatih, menggembleng para sahabatnya dengan hasil yang sempurna. Setelah mereka masuk Islam, akhirnya menjadi seorang yang sangat tnggi ketaqwaanya, cerdas keilmuanya, dan sangat mulia kepribadianya. Tidak hanya luar biasa dalam urusan akheratnya, para sahabat, tabi'in dan tabi-it tabi'in telah terdidik hingga sukses dalam dunia pemerintahan (seperti halnya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali). Dari sisi bisnis telah memunculkan banyak sekali konglomerat antara lain Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin 'Auf. Dari sisi Politik Strategi Pertahanan Negara serta Pengembangan Persenjataan Teknologi Tinggi antara lain Khabab bin Mundzir dan Salman Al Farisi. Dari sisi keilmuan, birokrasi dan sosial kemasyarakatan disana antara lain Muadz bin Jabbal, dst. Subhanallah!!!

          Sementara itu dari generasi berikutnya, telah muncul bertebaran bagaikan bintang-bintang di langit yakni para ulama dan ilmuwan serta negarawan yang luar biasa kalibernya--hingga sampai hari ini belum pernah ada yang bisa menandinginya. Mereka semisal Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu majah, dan berjuta tokoh lainya. Tentang hal ini pembaca dimohon untuk menela'ah tulisan di website ini dalam rubrik analisis yang berjudul Psikologi Islam, Gelombang Besar Ideologi Dunia. Lalu, apakah sebenarnya yang menjadi rahasia Rasulullah Muhammad Saw dalam mendidik mereka. Metode dan cara bagaimakah hingga menghasilkan manusia pilihan yang masih harum semerbak wangi hingga hari ini? Bukankah saat ini scinces dan technology demikian berkembang pesat, namun kenapa umat manusia mesti dalam era kehancuran. Tentu ada something wrong, bukan? Itulah kiranya talkshow ini diperlukan!

Sasaran

          Dapat terbangun pola pemahaman dan sekaligus kesadaran bagaimanakah kunci sukses sistem, metode dan cara Nabi Muhammad Saw mendidik hinga melahirkan generasi emas (GOLDEN GENERATION) untuk diimplementasikan di era global moderen saat ini.

Peserta

Orang Tua, Guru, Praktisi Pendidikan, Trainer, Profesional, Umum.