Hubungi Kami

Cara Aman Bagi Anak dari Bahaya Negatif Media Masa

Dalam abad moderen saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Justru dua hal ini yang menjadi indikator kemajuan sebuah peradaban dunia. Hanya saja persoalanya, kemajuan dua hal tersebut bisa memiliki potensi dampak yakni positif dan negatif. Ibarat pisau memiliki dua mata, depan dan belakang yang keduanya bisa untuk memotong. Atau, ibarat pisau tersebut dapat digunakan untuk kebaikan dan kemanfaatan hidup manusia, namun juga bisa untuk merusak dan menghancurkan dunia.

         Demikian halnya, media masa baik cetak, elektronik termasuk televisi, internet, handpone, dsb. dari sisi positifnya sungguh luar biasa. Denganya menjadikan sarana kehidupan dapat berproses secara super efektif dan super efisien. Namun demikian dampak negatifnya juga sangat luar biasa, sejak dari dampak sederhana hingga dampak sangat dahsyat dalam meghancurkan anak manusia menjadi sampah sosial.

          Terlebih lagi, saat media masa kini didominasi oleh basis kompetisi bisnis kapitalis dengan menghilangkan kode etika moral sosial dan mengahalaln segala cara maka jelas sebuah teror generasi yang luarrrrr biasa. Oleh karena itu tidak bisa dipungkiri kini banyak sekali orang tua menjadi resah, gelisah, gundah bahkan stress bagaimana dapat menghindarkan anaknya dari teror media masa. Banyak waktu produktif anak untuk belajar ilmu pengetahuan, membaca Al Quran dan studi ke Islaman, namun harus terlikuidasi oleh aktivitas berkecanduan yakni nonton TV yang tiada arti, main HP dan game tiada henti serta melotot dunia maya hingga lupa segalanya. Mereka, secara fisik adalah anak-anak sehat dan penuh gizi, namun secara mental telah mengalami keracunan dan kecanduan virus media masa. 

          Padahal dalam realitasnya, serta bagaimana sebuah hadits (dalam kitab Bulughul Maram) telah menyampaikan yang intinya bahwa lingkunganlah yang akan membentuk kepribadian anak. Bahkan juga psikolog dari dunia barat, Albert Bandura dalam teorinya Social Learning mengatakan bahwa tumbuh kembang psikis anak sangat ditentukan oleh aspek lingkungan sebagai model untuk imitasi dan pembelajaran. Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana lingungan keluarga dan sekolah memiliki sistem, metode dan teknik agar anak terlindungi dari media masa yang korup hingga menjadikan anak dalam rel sukses berprestasi. Sebab saat ini masyarakat sudah lelah dan capek mengharapkan penguasa negeri ini berbuat melindungi keselamatan generasi.   

Sasaran

         Terwujudnya kesadaran dan model bagaimana lingkungan dapat melindungi anak-anak dari bahaya negatif media masa sehingga dapat menjadi generasi yang terpelajar, sukses dan berprestasi.

Peserta

Orang Tua, Guru atau Asatidz, Praktisi Pendidikan, Umum.