Hubungi Kami

Bosan Bekerja, Ingin Mengembangkan (Karir) Pekerjaan Baru

Assalamu alaikum wr wb. Pada kesempatan ini saya mohon bimbinganya, saya salah satu karyawan dari perusahaan swasta, sudah hampir 5 thn saya bekerja dan akhir2 ini saya ingin sekali mencari pekerjaan yang lain, tapi ada perasaan dihati saya rasa bingung,takut,dsb. disatu sisi saya ingin sekali mencari pekerjaan baru yang lebih baik dari sekarang. mohon masukan dan bimbinganya dari LBPII bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitas SDM dan membuka pikiran agar lebih luas,terbuka,lebih percaya diri dan mampu ? mohon jawabanya..Jazakumullah khairun  katsiran..

Solusi

          Wa 'alaikum salam wr.wb. Saudaraku  yang  dirahmati Allah Swt.  Pertama-tama kami mendoakan semoga Anda dan keluarga senantiasa sehat. Dengan sehat maka disamping akan dapat menjalankan ibadah dengan baik juga dapat bekerja dan mengembanglkan usaha dengan optimal. Selanjutnya, apa yang Anda keluhkan dalam pengalaman konsultasi kami menjadi keluhan dari kebanyakan orang. Hanya yang kami inginkan, ini perkara serius, kami menjawab dengan serius, hingga Anda disarankan mengikuti bimbingan kami secara serius. Insya Allah akan terjawabkan. Dan, afwan katsir dalam jawaban ini sengaja kami perlebar semoga semakin menambah wawasan untuk sebuah langkah tindakan.

          Pada awalnya perlu kami beberkan bahwa kebutuhan bekerja dan mendapatkan penghasilan yang banyak merupakan naluri manusia yang sering disebut dengan naluri berprestasi (achievement), atau dalam bahasa Psikologi Islamnya  merupakan bagian dari gharizatul baqak (naluri penghargaan). Naluri ini dalam nash Al Quran (setidaknya juga baca TQS. 3:14) ataupun juga jaminan dalam sebuah fakta kehidupan bahwa Allah Swt sudah menciptakan potensi kehidupan(thaqatul hayawiyah) dalam bentuk “naluri-naluri kehidupan”. Dengan adanya file ini maka “seorang lelaki—termasuk Anda” akan gelisah jika tidak bekerja sesuai dengan keinginanya. Ini prinsip dasar yang harus difahami.

          Dari sisi lain, Allah Swt sudah banyak sekali memberitakan bahwa manusia itu akan diberi rizki, kapanpun dan dimanapun. Bahkan rizki itu (dalam realitas yang tidak terbantahkan) hanya akan berakhir jika seseorang sudah dalam sakaratul maut—meninggal dunia. Banyak sekali disampaikan dalam Al Qur’an dan Al Hadits tentang masalah jaminan rizki ini. Bukankah Anda dan keluarga hingga hari ini pun juga masih hidup berjalan dengan rizki dari Allah Swt. Hanya saja ketika rizki tersebut terjanjikan, maka kapan datangnya, dimana, seberapa banyak, dengan cara apa didapat, melalui siapa, dst…dst… itu rahasia milik Allah Swt. Keanyataanya memang begitu bukan?

          Dengan keyakinan dan realitas tersebut, seharusnya Anda dan tentu kita semuanya wajib yakin terhadap rizki. Bahkan kita wajib optimis bahwa rizki kita akan luas, lancar, datang cepat, barokah, dst..dst… hingga dapat memenuhi kebutuhan hidup dapat memenuhi kewajiban memberikan nafkah keluarga, termasuk dapat menjalankan haji dan umrah ke tanah suci, dst…dst. Hanya saja persoalanya, secara hakekat kita memang diperintahkan untuk menciptakan keadaan (hal)sehingga dengan demikian melalui hal tersebut bisa jadi Allah Swt mengirimkan rizki.

          Nah dengan cara pandang aqidah/ keyakinan ideologis tersebut ingin kami sampaikan bahwa memilih pekerjaan yang diyakini sebagai keadaan penyebab (hal asbabiyah) betul-betul daerah pilihan manusia. Dalam arti, Anda kemudian memilih pekerjaan ini atau itu hingga menjadi karyawan selama lima tahun hingga bosan itu sebenarnya bukan sebuah paksaan dari Allah Swt, melainkan daerah pilihan Anda dalam hidup ini. Jika seseorang bekerja sebagai Satpam, Penjaga Portal Kereta Api, Offoce Boy, Sales, Baby Sitter, Supervisor, Manajer Marketing, Direktur SDM, anggota DPR, bahkan sekalipun pekerjaan yang bersifat halal dan haram termasuk menjadi WTS, mucikari, penipu, dst…dst… kami pandang itu merupakan daerah amal perbuatan pilihan (tahyir) manusia. Allah Swt tidak memaksa seseorang pada pekerjaan tersebut, melainkan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang dipilih dan diperbuat hamba. Semuanya daerah amal (termasuk pilihan terhadap pekerjaan) kelak akan dihisabnya.

          Oleh karena itu, kami mensemangati Anda, bahwa memang seharusnya demikian—sebuah evaluasi untuk melompat mencari pekerjaan lain yang notabene merupakan amal usaha mencari rizki dan karir yang lebih bagus lagi. Masa ya hidup sekali di dunia, yang sama-sama dalam waktu 24 jam—dimana Anda tidak sukses sementara orang lain sukses. Bukan persoalan iri hati namun bagaimana Anda harus berjuang untuk mendapatkan karunia Allah Swt. Toh persoalan rizki sudah dijanjikan kepada siapapun. Dan, Tuhan kita yakni Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Kaya Raya, pemberi rizki kepada siapapun tanpa pandang bulu, suku dan agama. Ya tentu rugi yang sangat besar kalau seseorang hanya mengabdikan diri menjadi karyawan.  

          Jadi, kami sangat mendukung jika Anda memiliki kondisi bosan dengan pekerjaan monoton selama lima tahun ini dan berkeinginan kuat untuk merubahnya. Sebab, sudah diingatkan dalam Al Quran surat Ar Ra’du bahwa Allah Swt. tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Dalam kontekstual ini, ketika Anda menjadi spesial karyawan, rizki gaji sudah dapat diprediksikan (baik dalam satu tahun hingga lima tahun kedepan) hampir mencapai presisi 95%. Katakanlah gaji Anda kalau tidak terkena angka inflasi maka naiknya hanya deret hitung (1,2,3,45…)--itu mah sangat jarang. Sementara itu, kebutuhan hidup Anda dipastikan berlari bagaikan deret ukur (2,4,8,16,32…). Misalnya, disamping harga-harga kebutuhan meningkat terus juga tuntutan ingin punya kendaraan, rumah, family, melanjutkan kuliah, biaya sekolah anak, renovasi rumah, dsb…dsb.

          Hanya persoalanya adalah ketika akan merubah diri, keluar dari pekerjaan yang ada saat ini menuju pekerjaan lain yang lebih bagus, kami sampaikan jangan semudah membaik tangan. Cari dan rintislah dulu tempat yang baru, jika sudah mantap baru mengundurkan diri dengan hormat. Fakta menunjukkan bahwa keluar dari pekerjaan itu persoalan yang sangat mudah…minimalnya cukup bolos tidak masuk kerja sudah selesai. Bila Anda kaluar maka penggantinya sudah banyak antri berebut. Olehnya, kesimpulan saran kami adalah bertahan dulu jangan terburu emosi keluar sebelum mendapatkan pekerjaan lain yang denilai mantap.

          Nah dalam rangka mendapatkan pekerjaan lain maka ada beberapa saran yang semoga Anda komitmen untuk melakukan. Pertama, Kuatkan niat, tekad dan semangat membara bahwa anda harus berubah menuju tatanan karir yang jauh lebih bagus. Dengan semangat yang membara maka akan menjadi gaya dorong yang kuat bagi Anda untuk berjuang. Kedua, Anda harus terus-menerus mencari peluang, tiada hentinya. Anda cari sepanjang siang dan malam, gunung didaki, lautan diseberangi, gunakan dan kerahkan juga sumber daya teknologi telephone, HP, email, internet, BB, fb, dst… Semakin banyak peluang yang dicari dan jaring yang ditebarkan, maka peluang mendapatkan akan lebih tinggi.

          Ketiga, Anda harus mengembangkan potensi diri dengan pengetahuan dan keterampilan lain. Semakin banyak ilmu dan keterampilan yang Anda miliki maka peluang akan semakin besar. Sebab, orang lain butuh SDM tentu yang dicari adalah yang memiliki kompetensi. SDM yang tidak memilki kompetensi akan tidak laku jual dan harus minggir. Jangan malas, ikuti program yang dapat dipelajari, dimiliki dan bisa dijual. Jika harus belajar bahasa asing, program komputer, disarankan untuk diikuti.  

          Keempat, Anda jangan pilih-pilih suatu pekerjaan—kecuali prinsipnya halal. Fanatik mencari pekerjaan sesuai jalur perkuliahan saya nilai sebagai bentuk mempersempit peluang karir. Kita diberi otak, Insya Allah bisa mempelajari ilmu kehidupan, asalkan mau belajar dan berkorban. Kami dulu dengan latar belakang Psikologi, Alhamdulillah juga sukses untuk menjadi konsultan di ISO 9000 (Quality management System) dan ISO 14000 (Environment Management System)termasuk tentang limbah B3, keasaman limbah, dsb. Jadi, jangan pilih-pilih kesempatan, yang penting Allah Swt menghalalnya.

          Kelima, perkuat jaringan shilaturahim. Dalam konteks ini, sejumlah hadits Rasul Saw, lima belas abad lalu mengatakan  intinya bahwa barang siapa yang menghendaki  rizki yang luas dan umur yang panjang maka sambunglah shilaturahim. Hadits lengkapnya silakan Anda membuka kitab Bulughul Maram yang disusun oleh Ibnu Hajar Al Atsqalany. Benar adanya, bahwa dalam manajemen modern juga menjadikan sintesa bahwa kesuksesan seseorang hampir dipastikan dengan adanya intensitas human relation yang sangat kuat. Bahkan kalo Anda percaya, tanyakan pada setiap orang yang dikenal tentang sumber mendapatkan pekerjaan, obyek bisnis dan kesuksesan maka Insya Allah jawabanya adalah karena kuatnya jaringan human relation, kenal dan memelihara shilaturahim dengan orang lain.

          Dengan semakin banyak bersilaturahim maka disamping peluang informasi pekerjaan dan karir semakin banyak terbuka lebar juga menambah ilmu dan keterampilan tentang pekerjaan. Olehnya, kami menyarankan betul pada Anda bahwa untuk mengembangkan karir meningkatkan kualitas hidup termasuk rizki yang luas dan deras maka singsingkan baju, langkahkan kaki untuk berkenalan dengan orang lain, mencari peluang, dst… Insya Allah sukses.

          Keenam, belajarlah ilmu manajemen baik membaca dari banyak referensi ataupun langsung berdiskusi dari orang yang terbukti memiliki catatan sukses. Antara lain, dalam rangka melangkahkan kaki keluar dari pekerjaan menuju pekerjaan lain adalah dengan membuat action plan (rencana tindakan), target dan sasaran yang pasti, analisis peluang sukses, gagal, dst… Jika tidak terencana dan terukur maka peluang suskes anda akan menjadi minimalis, atau bahkan gagal.

          Ketujuh, laksanakan sholat istikharah, yakni sebuah sholat yang diniatkan untuk meminta petunjuk kepada Allah Swt tentang masalah kehidupan dan pekerjaan. Agar Anda mantab maka disarankan melakukan sholat ini. Tentang bagaimana caranya maka silakan membuka buku tentang fikih sholat, minimalnya kitab Fiqh Sunnah yang disusun oleh Sayyid Sabiq; atau Fikih Islam yang disusun oleh Sulaeman Rasyid. Dalam sebuah keterangan dikatakan bahwa tidak akan menyesal orang yang melakukan sholat istikharah atas suatu aktivitas dalam kehidupan. Disamping itu, dengan keyakinan yang Anda terima melalui sholat istikharah maka akan dapat memantabkan Anda untuk melangkah, sehingga tidak ragu-ragu lagi bahwa Anda memang akan melangkah untuk menjemput sukses.

          Kedelapan, senaniasa melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continual improvement) terhadap apa yang telah dan sedang Anda lakukan. Terus berjuang serta merta mengevaluasi dan memperbaiki serta meningkatkan apa yang telah dilakukan. Dalam hal ini disarankan perbanyaklah membaca buku yang membahas tentang kisah-kisah orang sukses sehingga Anda akan terinspirasi untuk juga sukses. Semoga sukses!!! Wassalamu alaikum wr wb.