Hubungi Kami

Asesmen Kompetensi Teknikal Calon Karyawan

Bahwa dalam diri manusia setidaknya memliki tiga kompetensi psikologis (soft competence), kompetensi teknis (technical competence), dan kompetensi manajemen (managerial competence). Dalam konteks ini, untuk calon karyawan tingkat operator hingga supervisor sangat diperlukan juga kompetensi yang bersifat teknikal, yakni pekerjaan yang bersifat praktis teknis. Kompetensi ini hampir dipastikan bersifat mutlak sesuai dengan hierarkhi level manajemen bawah(lower management). Tentu saja, persyaratan kompetensi teknis ini sangat spesifik dengan bisnis proses yang ada di organisasi atau perusahaan masing-masing. Dengan alasan demikian maka diperlukan metodologi asesmen yang bersifat teknikal juga, antara lain mengandalkan sebuah standar baik dalam bentuk standar internal (first party), standar pihak kedua (second party), hingga standar pihak ketiga (third party).

          Pendekatan asesmen terhadap kompetensi teknis ini sangat diperlukan, sebab untuk membuktikan sebuah kepastian bahwa kandidat karyawan memiliki kompetensi praktis yang sifatnya holistik (knowledge, skill, dan attitude) terhadap jabatan pekerjaan yang akan ditempatinya. Terlebih lagi, dalam realitasnya, rekruitmen SDM baru tidak memiliki arti sempurna jika hanya terdapat data yang termasuk dalam jenis soft competence. Sebab semua harus terbuktikan dengan kompetensi prakteknya.

Sasaran

Didapatkanya bukti kompetensi yang recomended bahwa calon SDM memang memiliki kompetensi teknik sesuai jabatan yang akan diamanahkanya untuk menjamin terwujudnya kinerja yang diharapkan oleh organisasi atau perusahaan.

Peserta

Calon karyawan yang mengikuti proses seleksi dan rekruitmen.