Mencegah Korban Kejahatan Hipnotis

Studi Kasus

          Assalamu alaikum wr wb. Langsung saja, kami, di kota TB ingin menanyakan persoalan kejahatan hipnotis. Sebab akhir-akhir ini saya sering mendengar korban hipnotis baik melalui media elektronik, cetak, dunia maya ataupun komunikasi langsung. Bahkan hebatnya lagi kawan saya seorang pejabat penting di kantor juga menjadi korban hipnotis sehingga dua buah HP nya diserhakan kepada orang yang menghipnotis dengan begitu saja tanpa menyadarinya. Dengan banyaknya kasus ini saya menjadi hawatir kalau suatu saat menimpa diri saya. Demikian kasus ini kami sampaikan, atas segala bantuan jawabanya kami sampaikan terima kasih. Wassalam.

Solusi

          Wa ‘alaikum salam wr wb. Memang betul apa yang Anda sampaikan bahwa akhir-akhir ini kasus korban kejahatan hipnotis semakin merajalela. Korbanya tidak tanggung tanggung, sejak dari orang berpendidikan rendah hingga tinggi, dari karyawan hingga direktur, dari kota hingga kampung, dari perkantoran dan mall hingga pasar tradisional, dari kaum lelaki hingga perempuan, kaya hingga miskin, dan sejak dari target ekonomi hingga mengatasnamakan agama semisal hipnotis atas kasus NII.

          Jadi intinya, pihak yang menjadi korbam kejahatan (victim) hipnotis dalam realitas dan peluangnya adalah siapapun dan dimanapun. Dan, kejadian itu seringkali tidak masuk akal, dimana korbanya dengan begitu mudah menyerahkan harta bendanya, memeretheli sendiri perhiasanya, datang ke bank untuk mentransfernya, seluruh HP yang mahal dan sebagai alat bekerja diserahkan dengan cuma-cuma, dst.

          Jika dilihat dari sisi penjahat hipnotis, dari pengalaman yang kami kumpulkan, mereka menggunakan pendekatan rasional, emosional dan kekuatan ghaib dalam memperdaya korbanya. Pendekatan rasional dan emosional umumnya dijadikan satu sebab dalam diri manusia memang terdiri dari unsur itu. Misalnya, dengan menggunakan handphone, penghipnotis mengolah rasio bahwa calon korban dibujuk dengan mendapatkan hadiah milyaran. Dengan memperkuat emosi maka ditambahkan dengan kalimat selamat, anda beruntung, ini kesempatan emas, dsb. Jadi titik naluri manusia diolah, dipengaruhi sehingga memunculkan ketertarikan.

           Sementara itu, calon korban yang bisa terhanyut oleh sikap, ucapan, tindakan, dsb pada umumnya memiliki keberadaan mental sebagai berikut. Pertama, calon korban sangat awam dengan kasus-kasus kejahatan hipnotis sehingga tidak menjadi pembelajaran atas kasus korban hipnotis yang dilamai orang lain. Kedua, calon korban dalam keadaan mental yang kosong, sedang memiliki problem, dsb sehingga dengan mudah terbujuk tanpa berfikir panjang. Ketiga, tidak terbiasa berfikir kritis, tanggap, dan analisis dari lingkunganya sehingga mudah larut atas bujukan penjahat hipnotis. Keempat, calon korban memiliki sifat mudah simpati dan empati pada orang lain tanpa berfikir panjang bahwa orang tersebut adalah orang baru dikenal yang tidak diketahui latar belakang siapakah orang itu.  Kelima, calon korban memiliki karakter sulit menolak ajakan orang lain.

          Adapun cara menghindarinya antara lain sebagai berikut. Pertama, disarankan agar seseorang  tidak kuper (alias kurang pergaulan dan wawasan) atas kasus-kasus kejahatan khususnya persoalan kejahatan hipnotis. Dengan memiliki pengalaman wawasan yang demikian luas maka akan membiasakan diri tanggap sehingga gejala hipnotis dapat dihalaui. Kami sendiri pernah di suatu pagi jam 06.30 ditelephone seseorang intinya mendapatkan hadiah undian yang tadi malam disiarkan di AN TV jam 23.30 WIB tapi kami dinyatakan absen. Dst. Langsung kami tanggap, sadar, kami desak, kami lawan hingga telephone itu tiba-tiba dimatikan. Alhamdulillah kami selamat.

          Kami berfikir bahwa zaman edan dan penuh kebusukan di abad kapitalis dan liberalis ini nyaris “tidak ada makan siang gratis”. Tawaran hadiah, undian, dsb dipastikan 99,9 persen adalah peluang kebohongan. Kebaikan orang yang baru kenal dengan iming-iming, ataupun jasa-jasa menggiurkan, dst hampir 100 persen adalah rekayasa kebohongan. Jangankan dengan orang yang baru saja kenal, dengan relasi kerja, bisnis dan birokrasipun seringkali banyak terjadi manipulasi, kebohongan, mark up lah, pelicinlah, suaplah, korupsilah, dsb. Jadi maklumat sabiqah (informasi yang kita miliki sebelumnya dan terkini) sangat bermanfaat untuk menghindari korban hipnotis.

          Demikian halnya, pemikiran tersebut di atas harus senantiasa dipegang baik dalam keadaan longgar, banyak problem, dsb. Sebab, kembali lagi di zaman edan (saat sistem syariah dan khilafah Islam tidak diterapkan) maka dunia ini penuh tipu daya dan makar baik yang dilakukan oleh penguasa dunia hingga rakyat jelata. Bahkan, mereka penjahat hipnotis akan sangat senang jika mendapatkan orang yang dinilai sekira pikiranya kosong, sedang berat menanggung problem, dst. Orang  dengan problem seperti tersebut justru merupakan santapan empuk bagi penjahat. Jadi, tetap berhati-hatilah terhadap rayuan dari lingkungan walaupun Anda dalam keadaan bermaslah.

          Kedua, hendaknya seseorang senantiasa berfikir tangap, kritis dan analisis terhadap apa yang sedang dihadap dengan orang lain terutama yang baru kenal. Jadi seseorang harap senantiasa berjaga secara sadar siapakah yang dihadapi itu, apa yang dibicarakan, dst. Dengan melakukan analisis secara tajam maka Insya Allah akan terhindarkan. Dalam kaidah Psikologi sosial terdapat tiga tahap berinteraksi yang patut disimak. Tahap awal adalah apa yang disebut dengan fase kulit (pheripheral layer), yakni tahap perkenalan. Dalam tahap kenal awal ini umumnya isi dan pembicaraanya hanya kulit saja belum sampai persolan sentral. Tahap kedua adalah fase tengah (medium layer) yakni perjumpaan kedua, ketiga dst yang sudah membicarakan persoalan cukup mendalam. Tahap terakhir adalah central layer,  yakni suasana sudah  demikian akrab sehingga terjadi saling mempercayai hingga persoalan rahasiapun bisa saling diungkapkan.

          Nah, pada umumnya kejahatan hipotis terjadi pada tahap interaksi kulit (pheriperal layer), baru kenal—namun sudah berapi-api untuk meyakinkan. Ada apa ini, baru kenal kok sudah menawarkan jasa macam-macam? Perlu analisis mendalam. Ilmu seperti ini kami pandang penting bagi seseorang untuk membentengi percobaan hipnotis. Bahkan, dalam aspek yang lain, hipnotis sering dimulai dengan menepuk tubuh calon korban. Terdapat alasan ilmiah, katanya bahwa dengan menpuk calon korban, memberikan efek sugesti dengan merangsangkan syaraf tertentu. Namun hal ini juga bisa dihindari dengan catatan seseorang memang jauh-jauh sudah faham dan sadar arti sebuah interaksi. Kami pernah ditepuk pundak oleh seseorang di depan kantor Depnaker – Bandung.  Seketika kami tanggap, kami sadar dan pandangi orangnya, akhirnya orang tersebut menghindarkan diri. Sebab kami sadar betul itu kemungkinan hipnotis. Jadi kuncinya kesadaran penuh atas kemungkinan berinteraksi dengan lingkungan.

          Ketiga, hendaknya seseorang memiliki karakter yang disebut asertif. Artinya, berani untuk bersikap, berucap dan berperilaku serta mengambil keputusan selama berintraksi dengan orang lain dengan cara yang benar, dewasa, penuh akhlak dan hormat. Dengan cara demikian maka tidak perlu malu, sungkan, takut atau gengsi dengan orang lain jika memang dipandang semua itu tidak perlu. Misalnya, jika memang harus menjawab tidak maka katakan tidak. Jika harus menolak untuk diberi minuman (ada hipnotis dengan dimulai memberikan minuman atau permen) maka katakan terima kasih dan tidak. Jika diminta untuk datang ke suatu tempat yang tidak jelas maka katakan tidak. Dst. Pokoknya harus berani mengatakan TIDAK! Secara dewasa.

          Perlu kami sampaikan bahwa orang yang berhasil dihipnotis adalah yang secara mental tidak siap untuk menolaknya dan senantiasa mengikuti arahan pihak yang menghipnotis. Ini hukum pokok dalam ilmu hipnotis. Jika dalam hati Anda tidak mau, tidak percaya, menolak, dst maka hipnotos dipastikan gagal. Tapi dari ucapan dan sentuhan awal Anda sudah toleran, menyerah dan ikut instruksi maka hampir dipastikan  Anda menjadi korban. Penasaran? Lihatlah praktis hipnotis baik Anda ikuti dalam kursus, atau pertunjukan di lapangan di TV, dst. Mereka sukses dihipnotis sebab dari awal secara sadar atau tidak sadar siap mengikuti arahan penghipnotis. Itulah kiranya, jika Anda adalah orang yang susah mengatakan “tidak” serta mudah berempati dengan orang lain maka berhati-hatilah terhadap kemungkinan perdaya hipnotis.

          Sementara itu, hipnotis dengan menggunakan kekuatan berbau ghaib yakni sebangsa syetan dan jin serba mungkin terjadi. Sebab syetan dan jin memang sangat senang jika diajak oleh manusia dengan sebuah order untuk berbuat kejahatan dan pendzoliman yang kelak nanti akan menjadi kawan penghuni neraka. Oleh karena itu, caranya adalah secara akidah maka Anda harus banyak berdzikir memohon perlindunagn kepada Allah Swt selesai sholat. Utamanya setelah sholat maghrib dan subuh, silakan membaca ayat kursi yang Insya Allah akan dilindungi oleh Allah Swt dari godaan, gangguan, ancaman, tantangan dan hambatan yang berasal dari syetan termasuk syetan yang  berupa manusia pemakan nasi dan penyuka handphone.

          Sebagai penutup, secara psikologis seseorang akan terhindar dari korban hipnotis jika berpegang teguh dengan aqidah dan syariah Islam secara konsisten, komitmen dan continuum/ terus menerus dimanapun dan kapanpun berada. Dengan senantiasa terikat terhadap aturan Islam maka dijamin akan selamat dari hipnotis.

          Misalnya ketika hendak keluar rumah sudah dibangun dengan niat mencari ridlo Allah, menutup aurat dengan benar, berdoa akan berangkat dan sambil berdzikir. Selanjutnya, selalu berfikir untuk berinteraksi dengan orang lain dalam prinsip atas hukum halal, haram, wajib, sunnah, makruh, atau mubah. Jika Anda dikenal orang dan ditawari untuk penggandaan uang, ilmu kekebalan, pengasihan, dan suap untuk dapat pekerjaan. Dalam hal ini secara akidah dan syariah wajib ditolak maka Anda akan selamat dari korban kejahatan.

          Anda tentu banyak menyimpan berita tentang kasus korban penipuan penggandaan uang. Katanya uang satu juta jadi satu milyar. Manusia dengan berpegang pada syariah akan haramnya hal tersebut serta berfikir tentang hal yag sangat tidak masuk akal maka akan selamat. Disamping diharamkan, juga secara logika kalau memang seseorang mampu menggandakan uang maka buat apa buka praktek di jalanan panas terik dengan selalu menipu orang. Mending gandakan uang sendiri secara terus menerus akan menjadi orang terkaya di dunia. Dsb.dsb.

          Namun demikian jika Anda menabrak hukum Islam dengan menghalalkan cara maka skenerario hipnosis akan sukses buat Anda sebagai korban. Wallahu A’lam. Baiturokhim.

02 Juni 2011